15

Skandal Foto Porno Sheza Idris di Pesta Striptis

Setelah Sarah Azhari, Rahma Azhari, Jullie Estelle dan Acha Septriasa, kini giliran Sheza Idris yang terpeleset masalah foto-foto berbau porno.

Artis cantik Shesa Idris tengah menanggung rasa malu yang begitu besar. Dua buah foto Shesa Idris bersama teman-temannya yang tengah asyik menyaksikan tarian erotis yang dilakukan oleh seorang pria, beredar luas di internet. Dalam foto pertama, terlihat Shesa Idris sedang tertawa bersama dua teman prianya, sambil menutupkan wajah sebelah kirinya. Difoto kedua, tangan sebelah kirinya sudah tidak terlihat lagi menutup wajahnya. Mantan kekasih Ruben Onsu ini malah tampak tertawa sambil sidikit melihat kearah sang penari erotis.

Ketika dikonfirmasi, Sheza Idris enggan memberikan komentar. Bintang film ‘My Heart Series’ ini menjadi tertutup dan sama sekali tidak mau menumui wartawan. Dari keterangan sang kakak, Shezi Idris, foto-foto tersebut membuat Sheza Idris syok.
“Bagi kami, facebook itu ternyata bisa menyenangkan dan menghancurkan. Sheza syok dan sampai sakit, gemetaran karena foto-foto itu benar asli. Sampai-sampai Mama dan Papa marah sama Sheza Idris. Mama dan Papa marah karena, Mama malu karena berkerudung. Papa juga sangat marah serta malu karena bapak itu kan membawa nama instansi pemerintah," terang Shezi Idris ketika dimintai keterangan via telepon di Jakarta, Minggu (11/4) malam.

Menurut Sheza Idris, foto tersebut terjadi secara tidak disengaja, lantaran foto tersebut dibuat sekitar delapan hari lalu saat Sheza Idris datang di acara ulang tahun salah satu production house.
“Awalnya Sheza Idris enggak mau lama di tempat itu, niatnya untuk kasih kue. Ternyata sama teman-temannya di tahan. Temennya bilang Cuma sebentar acaranya. Lalu pintunya dikunci dan diumpetin. Sheza Idris kaget, makanya ada foto yang mukanya ditutupin sama tangan. Dia malu karena dia belum pernah liat seperti itu, dia syok. Setelah pulang dia langsung cerita ke mama, dia cerita sama mama kalau di pesta itu dia lihat penari telanjang / striptis. Dia bilang geli,” ungkap Shezi Idris.
Shezi Idris percaya kalau adiknya tidak mungkin melakukan perbuatan yang tidak pantas. Ia yakin, adanya foto tersebut hanya lah untuk menjebak dan mencoreng nama adik dan keluarganya. “Aku tahu banget kelakuan ade aku, menurut aku sih seperti dijebak,"imbuhnya.

Skandal Foto Mesum Sheza Idris di Pesta Striptis - 1Skandal Foto Mesum Sheza Idris di Pesta Striptis - 1 (Klik Untuk Memperbesar)

Skandal Foto Mesum Sheza Idris di Pesta Striptis - 2Skandal Foto Mesum Sheza Idris di Pesta Striptis - 2 (Klik Untuk Memperbesar)

Skandal Foto Mesum Sheza Idris di Pesta Striptis - 3Skandal Foto Mesum Sheza Idris di Pesta Striptis - 3 (Klik Untuk Memperbesar)

Skandal Foto Mesum Sheza Idris di Pesta Striptis - 4Skandal Foto Mesum Sheza Idris di Pesta Striptis - 4 (Klik Untuk Memperbesar)

Skandal Foto Mesum Sheza Idris di Pesta Striptis - 5Skandal Foto Mesum Sheza Idris di Pesta Striptis - 5 (Klik Untuk Memperbesar)


Profil Sheza Idris :

Sheza Idris (lahir di Jakarta, 14 Oktober 1988; umur 20 tahun) adalah aktris Indonesia. Awal karir di dunia hiburan di mulai dengan menjadi model, setelah itu merambah ke dunia sinetron. Debut sinetron dari Sheza Idris melalui sinetron Luv. Kakak Sheza, Shezy Idris telah lebih dulu terjun ke dunia hiburan sebagai model dan pemain sinetron.

Sheza Idris juga mengikuti kontes menyanyi di Indosiar yakni "Supermama Selebshow" yang akhirnya masuk ke babak selanjutnya yakni "Supermama Selebconcert". namun ia gagal melewati babak tersebut dan tersisih.

Sheza Idris - 1Sheza Idris - 1 (Klik Untuk Memperbesar)

Sheza Idris - 2Sheza Idris - 2 (Klik Untuk Memperbesar)

Foto Shezi idris dan Sheza idris - 1 (Klik Untuk Memperbesar)

Foto Shezi idris dan Sheza idris - 2 (Klik Untuk Memperbesar)



0

Petugas PPS Bongkar Kotak Suara Terekam Kamera

- Sejumlah oknum tertangkap bidikan kamera tengah membongkar kotak suara di pinggir jalan Kelurahan Tanjung Sari, Kota Medan, Sumatra Utara, baru-baru ini. Dari hasil jepretan salah seorang warga itu, diduga para pelaku adalah petugas panitia pemungutan suara.

Foto-foto yang dilaporkan ke sekretariat panitia pengawas pemilu itu memperlihatkan sejumlah orang sedang menurunkan kotak suara sebelum sampai di kelurahan. Aksi terjadi sekitar 500 meter dari tempat pemungutan suara. Foto itu sendiri diambil secara sembunyi-sembunyi.

Ketua Panwaslu Kota Medan Muhammad Aswin menyatakan, pihaknya akan segera meneruskan pengaduan dan barang bukti ke polisi. Setelah melakukan penyelidikan langsung ke TPS yang dimaksud, panwaslu mensinyalir aksi serupa terjadi di beberapa TPS lainnya. Kemungkinan besar kecurangan itu melibatkan beberapa pihak yang memiliki kepentingan.(OMI/Yudhistira)


Sumber : Liputan6 (11/04/09)

0

Caleg PAN Diadukan Rekannya Sesama Caleg

- Calon anggota legislatif DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan dari Partai Amanat Nasional diadukan rekannya sesama caleg PAN karena diduga melakukan praktik politik uang. Pelapor, Gazali Abdul Rahman, menyebutkan rekannya, Hamzah Hamid membagikan kartu nama dan uang Rp 20 ribu semalam sebelum pencontrengan.

Gazali membawa uang dan kartu nama kepada Panitia Pengawas Pemilu Kota Makassar sebagai barang bukti. Saat dihubungi melalui telepon, Hamzah membantah dirinya melakukan politik uang. Ia menuding Gazali hanya melampiaskan emosinya lantaran di daerah pilihan Kecamatan Pannakukang dan Manggala dirinyalah meraih suara terbanyak.(JUM/Iwan Taruna dan Syamsul Al Timen)


Sumber : Liputan6 (11/04/09)

1

Surat Suara Bergambar Palu Arit

- Lima kertas Surat Suara bergambar palu arit ditemukan di salah satu tempat pemungutan suara di Kendal, Jawa Tengah, Kamis (9/4). Simbol Partai Komunis Indonesia tersebut berada di bagian depan kertas suara. Tak hanya itu, pelaku juga mencantumkan tulisan PKI Jaya dan PKI Yes.

Surat suara tanpa tanda contreng itu ditemukan di TPS 07 Desa Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal. Masing-masing surat suara adalah milik DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota dan Kabupaten, serta dua lembar untuk DPD.

Ketua KPU Kendal, Abdulah Sachur, menyatakan sudah melapor ke kepolisian setempat. Polisi belum mengizinkan media untuk meliput kasus tersebut. Namun, Kapolres Kendal Ajun Komisaris Polisi Sugihardi berjanji mengungkap kasus ini secepatnya. Kecurigaan mengarah kepada dua pemilih. (IKA/Budi Harto)


Sumber : Liputan6 (11/04/09)

0

Beberapa Caleg Asal Garut Stres

- Kini mulai bermunculan beberapa calon legislatif (Caleg) di Kabupaten Garut, yang diindikasikan kuat mengalami stres, meski tahapan pelaksanaan penghitungan suara masih terus berjalan atau belum seluruhnya selesai.

Bahkan sempat terjadi dua Caleg dari dua Parpol berbeda tampak marah sambil berteriak menghujat team suksesnya. Keduanya juga diindikasikan telah menebar uang sebelum pemungutan suara, pada salah-satu TPS di wilayah Kecamatan Wanaraja Garut.

Namun setelah dilakukan penghitungan suara, hasil sementaranya menunjukkan "keok" atau kalah telak sehingga sempat ditenangkan sekaligus diamankan pada Polsek setempat, namun kini telah dibebaskan.

Selain itu, ada salah-seorang Caleg perempuan dari Parpol tertentu, yang mendadak meninggal dunia setelah mengetahui dari hasil perolehan suara sementaranya kalah telak, ungkap sumber yang enggan disebut namanya juga enggan menyebutkan identitas Caleg tersebut pada Sabtu.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Dadang Sudrajat menyatakan di ruang kerjanya, hendaknya seluruh Caleg dari Parpol manapun bisa bersabar, karena hingga kini masih berlangsung rekapitulasi perhitungan suara.

Menurut dia, para caleg diharapkan tidak emosional menyikapi perolehan suara. Banyak Caleg yang kini mulai "huleung jentul" (banyak merenung sendiri) di daerahnya.(*)

Sumber : Antara (11/04/09)


0

Caleg Daerah Pemilihan Tangerang Stres

- Seorang calon legislator daerah pemilihan Tangerang, kawasan di perumahan elit Alam Sutera Kunciran, stres dan marah-marah karena kalah dalam pemilu legislatif 9 April lalu.

Sekitar pukul 17.00 Wib saat penghitungan suara dilakukan, seorang pria (40) yang merupakan caleg dari partai tertentu, terlihat frustasi saat mengatahui kalah dalam perolehan suara.

Dia merangkak dipinggir jalan dengan membawa-bawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang berlalu lalang, katanya kembalikan uang saya, kata caleg itu.
"Ia diketahui kalah dalam perolehan suara, namanya ada di daftar pemilih tapi kalah dalam pemilihan," kata salah seorang petugas KPPS Tedi, sabtu 11 April 2009.
Tedi mengatakan, caleg ini mengalami stres yang berlebihan, hingga mengalami depresi. Sebab tingkah lakunya sudah seperti orang gila, dengan rambut yang masih klimis, dan hanya mengenakan celana pendek, bahkan menjadi bahan ejek anak-anak.

Warga yang menyaksikan ulah caleg aneh itu, tidak ada yang berani mendekat dan hanya melihat dari jarak kejauhan saja. "Bahkan sesekali ia melempari warga dengan cangkir sambil marah-marah," tuturnya.
"Saya tidak perlu sebut nama dan partainya tidak enak mas, yang jelas nama dia masuk daftar caleg," ujar Tedi.
Mengetahui hal itu, keluarga langsung membawanya pulang dan meminta maaf kepada warga karena telah terganggu ketenangannya. "Keluarganya datang membawanya pergi, setelah kami beritahu," tambah Tedi.

Sumber : VivaNews (11/04/09)

0

Di Tolitoli Sulteng Pemilih Bisa Contreng di Mana Saja

- Pelaksanaan pemilu legislatif di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, ditandai dengan bebasnya warga melakukan pencontrengan di sembarang tempat. Warga bahkan tidak merahasiakan pilihannya. Kondisi ini terekam dalam video. Salah satunya terjadi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 34 Bumi Harapan di Tolitoli.

Meskipun sudah ada bilik suara, tapi para pemilih di TPS yang dibuat di areal terminal ini bisa mencontreng di sembarang tempat, seperti di warung makan dan sebagainya. Sedangkan para pemilih, seperti pemuda, mencontreng tanpa saling merahasiakan pilihannya. Bahkan, anak-anak pun ikut memegang surat suara.

Di TPS 34 ini panitia pemilihan memang tidak menyediakan kursi dan tenda, sehingga para pemilih terpaksa berdiri di bawah teriknya matahari. Ironisnya, pelanggaran yang terjadi di TPS ini tidak terpantau oleh panitia pemungutan suara, saksi dan Panitia Pengawas Pemilu setempat.(DOR)

Sumber : MetroTV (11/04/09)

0

Gagal Pemilu Caleg Partai Patriot Stres

- Dugaan bahwa calon legislatif (caleg) yang tidak terpilih akan mengalami gangguan kejiwaan tampaknya mulai mendekati kenyataan. Akibat perolehan suara yang tidak sesuai harapan, seorang caleg di Cirebon, Jawa Barat, kini sering melamun dan mengurung diri. Nasib ini menimpa Iwan Setiawan, caleg Partai Patriot asal Kabupaten Kuningan. Apa yang dialami Iwan ini bisa jadi hanya satu dari banyak kasus yang bakal terjadi.

Logo Partai PatriotLogo Partai Patriot

Setelah mengetahui hasil penghitungan suara tidak sesuai harapan, pria berusia 29 tahun ini mendadak menjadi pendiam dan sering mengurung diri di kamar. Keluarganya menduga, perilaku Iwan Setiawan terjadi karena kekalahannya dalam pemilu 9 April lalu. Iwan Setiawan memang telah menghabiskan uang yang banyak untuk kampanye. Setidaknya Rp 300 juta ludes dibuyurkan.

Untuk mengembalikan kondisi psikis dan mentalnya, Iwan Setiawan kemudian menjalani ritual terapi pengobatan dengan menggunakan air dari sumur tua yang berada di sebuah padepokan supranatural di Cirebon. Di tempat ini pasien akan menjalani terapi dua hingga tiga kali untuk mengatasi depresi yang mereka alami. Menurut pengurus padepokan Ujang Bustomi, sudah ada puluhan caleg yang mendaftar untuk menjalani terapi mental akibat mengalami depresi.(DOR)

Sumber : MetroTV (11/04/09)

2

Kalah Pemilu Caleg Ambil TV Yg Disumbangkannya

- Ada-ada saja tindakan calon legislatif (caleg) yang kalah dalam pemilu legsialtif, 9 April lalu. Di Ternate, Maluku Utara, seorang caleg meminta kembali televisi yang sudah disumbangkan ke warga. Ini dilakukan karena perolehan suara sang caleg sangat rendah. Kejadian ini terjadi di RT 02 Kelurahan Falawaja II, Kota Ternate Selatan.

Akibat ulah sang caleg, puluhan warga RT 02 Kelurahan Falawaja II marah. Mereka bahkan merusak kotak televisi. Mereka kemudian menyiram televisi dengan bensin dan membakar kotak ajaib itu. Tindakan warga ini dilakukan karena warga kecewa setelah caleg dari sebuah partai mengambil televisi milik warga yang ditempatkan di pangkalan ojek. Televisi tersebut diambil diam-diam pada malam hari.

Sebelumnya, saat kampanye terbuka lalu caleg bernama Hartati memberikan televisi kepada warga dengan harapan mendapatkan suara maksimal. Namun, dalam pemilu 9 April lalu Hartati hanya mendapatkan tiga suara. Hartati sendiri membantah telah mengambil televisi tersebut. Ia menduga, televisi itu diambil para pendukungnya.(DOR)




Sumber : MetroTV (Sabtu, 11 April 2009)

1

Rahasia Teknologi Quick Count

- Saat ini, Quick Count menjadi pusat perhatian seluruh masyarakat yang ingin memantau hasil penghitungan suara secara instan.

Quick CountQuick Count (Klik Untuk Memperbesar)

Quick count adalah metode verifikasi hasil pemilihan umum, yang datanya diperoleh dari sampel di lapangan. Berbeda dengan poling, sampel tidak diperoleh dari para responden yang ditanyai satu per satu, melainkan diperoleh dari hasil rekap resmi di lapangan.

Lalu, apa saja teknologi yang digunakan untuk mensukseskan sebuah penghitungan quick count? Jawabnya tergantung masing-masing lembaga. Namun, teknologi Short Message Service (SMS) cukup populer digunakan oleh lembaga-lembaga quick count.

Misalnya saja lembaga survei Cirus Surveyors Group, yang menggunakan teknologi pesan pendek di ponsel untuk proses pengumpulan suara. Tentu saja, bukan SMS dari sembarang ponsel yang digunakan.

Menurut Ifa Fathurahman, staf teknologi informasi dari Cirus, 2000 relawan dari Cirus yang berada di lapangan akan mengirim SMS berisi hasil rekap suara ke SMS server.

SMS yang masuk ke server hanya akan dibaca bila SMS tersebut berasal dari nomor yang teregister. "Bila SMS berasal dari nomer yang orang luar, hasilnya tidak akan mempengaruhi penghitungan quick count," ujar Ifa.

Namun, selain pelaporan dari SMS yang masuk, Cirus juga menyediakan sistem pelaporan secara manual, di mana data-data dimasukkan oleh petugas. Oleh software yang dibuat secara khusus, Kemudian, pelaporan manual akan dikombinasikan dengan hasil pelaporan SMS.

Hanya saja, Cirus mengutamakan data-data yang dikirimkan lewat SMS. Ketika data SMS sampai di server, ia akan divalidasi secara otomatis, mulai dari nomor, isi, dan kemudian dibandingkan dengan data yang tersimpan di database.

Bila database ternyata telah menyimpan data yang dikirim dari entri manual terlebih dahulu, maka data dari SMS tidak akan digunakan lagi. Begitu pula bila data SMS yang masuk gagal karena dikirim dengan format penulisan yang salah, maka sistem akan menggunakan data dari entri manual.

Setelah itu, kombinasi antara data SMS dan data entri manual, akan ditampilkan secara grafis, sehingga bisa ditampilkan, misalnya seperti yang ditampilkan pada portal VIVAnews.

Tak jauh berbeda dengan Cirus, Lembaga Survei Indonesia juga menggunakan teknologi SMS untuk melancarkan penghitungan quick countnya. Menurut peneliti LSI Adam Kamil, 2100 relawan LSI yang tersebar di 33 provinsi mengirimkan hasil di lapangan melalui SMS ke SMS gateway.

Kemudian, kata Adam, data SMS tersebut kemudian dipisah-pisahkan berdasarkan variabel-variabel yang dibutuhkan quick count. Setelah data tersebut divalidasi, data tersebut bisa ditampilkan.

Namun, tak seperti Cirus atau LSI, lembaga survei LP3ES tidak menggunakan sistem SMS. Lembaga tersebut mengumpulkan data-data dari lapangan melalui sambungan telepon.

Menurut peneliti LP3ES Marini, 2000 relawannya menghubungi pusat penghitungan quick count LSI yang diperkuat oleh 50 petugas penerima telepon. "Para relawan baru akan menyerahkan laporan dalam bentuk hard copy, belakangan," ujar Marini.

Menurut Eko P Galan T, Manajer Data Cirus Surveyor Group, SMS digunakan karena teknologi itu memberikan hasil suara yang cepat. "SMS dapat mempersingkat jeda waktu yang banyak terbuang bila dilakukan dengan bicara lewat telepon," kata Eko.

SMS, menurut Eko, bisa memotong jalur penyampaian data dari hulu ke hilir secara efisien. Selain itu, kata Eko, SMS adalah teknologi yang mudah, telah diakses luas oleh banyak orang, serta proses coding yang relatif mudah.

Sumber : vivanews


1

Deadline DPT Pilpres 20 April 2009

- Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberi batas waktu hingga 20 April 2009 kepada warga masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam pemilihan presiden 2009 namun belum terdaftar. Data baru tersebut akan ditambahkan ke dalam DPS (daftar pemilih sementara) pilpres 2009 yang akan diumumkan melalui kelurahan dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh Indonesia.

Daftar Pemilih Tetap - DPTDaftar Pemilih Tetap - DPT
"Masyarakat atau petugas KPPS dapat mendaftarkan warga sebelum 20 April agar bisa tercatat dalam DPT untuk pilpres," kata anggota KPU Andi Nurpati kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/4) malam.
Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2008 tentang Tata Cara dan Program Pilpres, maka proses perbaikan DPS pilpres hasil tanggapan masyarakat berlangsung tanggal 8-20 April 2009. DPS pilpres tersebut akan diambil dari DPT pemilu legislatif yang telah berlangsung 9 April lalu.

Selanjutnya, data tersebut akan direkapitulasi di tingkat kabupaten/kota dan ditetapkan sebagai DPT pilpres pada 25-28 April. Tahapan selanjutnya adalah rekapitulasi DPT di tingkat provinsi pada 1-5 Mei dan penetapan DPT di tingkat nasional pada 6-13 Mei.
Pilpres 2009 itu sendiri akan berlangsung pada 8 Juli 2009 dan bila ada putaran kedua akan dilaksanakan pada 8 September 2009. "Pada pilpres putaran kedua tidak ada lagi perbaikan DPT," kata Andi.
Selain itu, KPU juga mengajak berbagai pihak termasuk panitia pengawas pemilu untuk bersama-sama mengawasi pendaftaran pemilih ini agar keluhan banyaknya warga yang tidak tercatat dalam DPT tidak lagi terjadi dalam pilpres.

Sumber : http://indonesiamemilih.kompas.com/index.php/read/xml/2009/04/10/21042370/Pastikan.Nama.Anda.di.DPT.Pilpres.Sebelum.20.April

0

Karena Protes Saksi PKS Dihajar Ketua KPPS

- Seorang saksi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Pekanbaru,Riau babak belur dihajar oleh Ketua Kelompok Panitia Pemilihan Suara (KPPS) A Bakar Rahman. Akibatnya wajahnya mengalami luka memar.Penganiyaan tersebut terjadi di TPS 19 Kelurahan Pesisir Kecamatan Lima Puluh Pekanbaru.

PKS - Bersih, Peduli Dan ProfesionalPKS - Bersih, Peduli Dan Profesional (Klik Untuk Memperbesar)

Peristiwa pemukulan terjadi saat Alminuddin melakukan protes karena panitia TPS salah menghitung satu lembar suara. Menurut dia, ketika itu panitia TPS menghitung dua suara, untuk satu kertas suara yang tertandai lambang partai dan satu calegnya.
"Inikan tidak benar, saya kemudian protes. Namun dia langsung menarik baju saya dan langsung memukul saya," katanya Alminuddin dalam ketangan pers di Kantor DPW PKS Jumat (10/4/2009).
Saat mengetahui pertikaian itu, katanya, sejumlah warga langsung melerai perkelahian itu. Wargapun menyarankan keduanya menyelesaikan pertikaian secara damai.
"Pada dasarnya saya sudah memaafkan. Namun yang jelas proses hukum tetap jalan," kata Alminuddin. Alminuddin sendiri sudah melaporkan kasus penganiyaan ini ke polisi pada sore harinya.
Hal tersebut terungkap dalam ketangan pers dengan korban di kantor DPW PKS Jumat (10/4/2009). Dia mengatakan kejadian itu bermula saat dirinya memprotes sejumlah kejanggalan pada proses penghitungan suara pada Kamis, (9/4) diTPS tersebut.

Sumber : http://pemilu.okezone.com/read/2009/04/10/267/209554/protes-penghitungan-saksi-pks-dihajar-ketua-kpps

0

Syok Tak Lolos Caleg DPRD Bali Meninggal !

- Berita duka datang dari Bali, Putu Lilik Heliawati seorang caleg DPRD asal partai Hanura tewas setelah mendengar bahwa dia gagal maju menjadi caleg DPRD. Putu Lilik Heliawati adalah caleg nomor urut 3 dapil Busungbiu untuk DPRD Buleleng. Berikut ini beritanya :

Logo Partai Hanura
Pemilu legislatif 2009 di Bali diwarnai duka. Seorang caleg Hanura, Putu Lilik Heliawati (42), Buleleng, Bali, meninggal dunia. Korban diduga menghembuskan nafas terakhir karena tidak meraih kursi pada pemilu legislatif 9 April 2009.

Korban yang duduk sebagai caleg nomor urut 3 dapil Busungbiu untuk DPRD Buleleng itu meninggal pukul 22.00 wita, Kamis (9/4/2009). Ia juga menjabat sebagai sekretaris PAC Hanura di Busungbiu, Buleleng.

Kabar meninggalnya Putu Lilik Heliawati sangat mengejutkan. Pasalnya, siang hari saat penyontrengan, Putu Lilik Heliawati sempat memantau beberapa TPS serta berdiskusi dengan teman-temannya sesama caleg. Bahkan, ia sempat berdiskusi dengan Ketua DPD Hanura Bali Gede Ngurah Wididana.

Namun petaka terjadi pada malam hari saat Putu Lilik Heliawati menerima telepon dari salah seorang tim sukses partai Hanura yang melaporkan perolehan suara yang diraihnya. Tak lama setelah menerima telepon, Putu Lilik Heliawati tiba-tiba terkuali lemas.

Kerabatnya segera melarikan korban ke RSUD Singaraja. Namun nyawanya tak tertolong karena korban meninggal pukul 23.00 wita di rumah sakit.

"Mungkin saja ia lemas karena kecapekan. Ia sejak kampanye sangat aktif keliling. Korban saat muda memiliki riwayat sering pingsan," kata Ketua DPD Hanura Bali Gede Ngurah Wididana.

Hasil pemeriksaa dokter disebutkan, Putu Lilik Heliawati mengalami hipertensi. Rencananya korban akan dimakamkan Jumat (10/4/2009) sore nanti.

Sumber : Yahoo news



0

Ada Apa dengan Website PDI-P ?

- Disaat partai politik (parpol) sibuk mengurusi hasil Pemilu Legislatif 9 April dan para simpatisan partai gencar mencari informasi keanehan justru terjadi pada website PDI-P. Website PDI-P yang beralamat di http://www.pdi-perjuangan.or.id/ justru tidak bisa diakses. Disana dituliskan pesan :
Website ini sedang mengalami perbaikan.
Kunjungi kami beberapa saat lagi.

Tidak jelas apa maksud dan arti dari semua ini. Sungguh suatu hal yang patut disayangkan situs utama dari PDI-P salah satu parpol besar Pemilu Indonesia 2009 justru tidak bisa diakses.

Ada Apa dengan Website PDI-P ?Tampilan Website PDI-P

0

Nyontreng DISKON 20% Matahari !!!

- MATAHARI Department Store (MDS) turut merayakan pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2009. Pengunjung MDS berhak mendapatkan tambahan diskon 20% dengan menunjukkan salah satu jari yang telah terkena tinta pemilu.

Promosi dengan cara yang unik dan baru pertama kali dilakukan di Indonesia ini merupakan sebuah bentuk kontribusi MDS bagi kelancaran pemilu.
”Kami ingin memberikan kontribusi bagi kesuksesan pemilu tahun ini melalui tambahan diskon bagi pemilih dengan menunjukkan jari yang telah divalidasi dengan tinta pemilu,” ungkap Andrian McKay, Direktur Marketing & Advertising MDS.
Promosi tematik ini hanya berlangsung selama satu hari tanggal 9 April 2009 di seluruh outlet MDS. Mekanisme promosi ini adalah pengunjung akan mendapatkan +20% dari produk pilihan tertentu yang telah didiskon hingga 50% dan 20% untuk produk dengan harga normal yang bertanda merah +20%.

Ke depan, MDS akan mengembangkan programprogram promosi yang lebih menarik lagi sehingga pelanggan akan diuntungkan dengan penawaran promosi yang ditawarkan MDS.
”Sebagai peritel multiformat terbesar dan terkemuka di Indonesia, Matahari akan terus berusaha memberikan penawaran program promosi menarik bagi pelanggannya melalui program promosi internal ataupun tematik yang berhubungan dengan perayaan hari raya keagamaan atau perayaan sejumlah ajang nasional seperti pemilu ini,” sebut Roy N Mandey, VP Corporate Communication PT Matahari Putra Prima Tbk.
Matahari secara progresif telah mentransformasi dari jaringan department store menjadi peritel multiformat terbesar dan terkemuda di Indonesia. Matahari telah menjadi rumah bagi lebih dari 6.000 supplier lokal dan mancanegara. Jaringan total gerai Matahari tersebar di lebih dari 50 kota di Indonesia.

Nyontreng Pemilu 2009 DISKON 20% Matahari !!!Nyontreng Pemilu 2009 DISKON 20% Matahari !!! (Klik Untuk Memperbesar)


0

Nyontreng DISKON 50% Dufan, GSA, dan AWA

- Dalam rangka mendukung peserta pemilu 2009, Ancol memberikan diskon 50% untuk Dunia Fantasi (DUFAN) , Atlantis Water Adventures, (GSA) dan Gelanggang Samudra Ancol (AWA) (Tidak berlaku untuk pintu Gerbang Ancol).

Promo diskon 50% hanya berlaku pada tanggal 9 dan 10 April 2009, persyaratan hanya dengan menunjukan kelingking dengan tinta Pemilu anda di Loket.

Manfaatkan kesempatan ini.....bersama teman & keluarga... !!!

APRESIASI ANCOL UNTUK INDONESIA MEMILIH – PEMILU 2009

CONTRENG DAN DAPATKAN DISKON ANCOL “Diskon 50 % untuk Dufan, GSA, dan AWA !”

Seluruh masyarakat tengah bergeliat dan bersiap untuk pelaksanaan Pemilu 2009 yang tinggal dalam hitungan jam; demikian pula dengan Ancol Taman Impian, pusat rekreasi keluarga di Jakarta Utara.

Sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pesta demokrasi Indonesia, Ancol Taman Impian (Ancol) memberikan apresiasi terhadap warga negara Indonesia yang telah menggunakan hak suaranya dalam pemilu legislatif. Hanya dengan menunjukkan jari kelingking yang bertanda tinta pemilu, pengunjung Ancol mendapatkan diskon sebesar 50% untuk tiket masuk Dunia Fantasi, Gelanggang Samudra, dan Atlantis Water Adventure.

Diskon ini akan diberikan selama dua hari, yaitu pada hari Kamis, 9 April dan Jumat, 10 April 2009 sesuai dengan waktu masing-masing unit beroperasi. Dengan pemberian diskon khusus ini, manajemen Ancol turut memberikan dorongan terhadap seluruh warga negara untuk menggunakan hak pilihnya demi masa depan Indonesia.

Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk., pengelola kawasan wisata Ancol, Budi Karya Sumadi mengatakan potongan harga tersebut sebagai bentuk apresiasi Ancol kepada pengunjung yang telah menggunakan hak suaranya demi kesuksesan pelaksanaan pemilu 2009. Denga harapan perayaan demokrasi ini berlangsung dalam suasana yang aman dan damai sehingga nuansa kegembiraan dapat terpancar oleh seluruh warga negara Indonesia, termasuk seluruh pengunjung yang akan menikmati liburan panjang bersama keluarga di Ancol.

Apresiasi Ancol mendukung Peserta Pemilu 2009, Tunjukkan Tinta Pemilu di Kelingking Anda dan Dapatkan diskon 50% ke DUFAN, Atlantis Water Adventurer dan Gelanggang Samudra pada 9 s/d 10 April 2009

Lets Make A Vote For Indonesia & sempurnakan kebahagiaan keluarga di Ancol !!!


Nyontreng DISKON 50% Dufan, GSA, dan AWANyontreng DISKON 50% Dufan, GSA, dan AWA (Klik untuk memperbesar)

0

Nyontreng Pemilu 2009 GRATIS StarBuck !!!

- Apakah Anda nyontreng pada Pemilu Indonesia 2009 hari ini ? Bagus kalau begitu, karena StarBuck Coffee menawarkan kopi gratis bagi anda yang sudah berpartisipasi memberikan suara pada Pemilu Indonesia 2009.

Beberapa ketentuan :
  • Tunjukkan jari anda sebagai bukti
  • Gratis standard StarBuck black coffee panas atau dingin
  • Berlaku untuk hari Kamis 9 April 2009
  • Berlaku Dari jam 12.00 - 17.00
  • Berlaku untuk semua toko StarBuck

Nyontreng GRATIS StrarBuck !!!Nyontreng GRATIS StrarBuck !!!" (Klik untuk memperbesar)

Sudah ikutan nyontreng nongkrong di StarBuck deh..... Asyik khan.... ! :)

Kopi gratis dari StarBuck CoffeeKopi gratis dari StarBuck Coffee (Klik Untuk memperbesar)


1

Denah dan Tata Cara Pemungutan Suara di TPS

- Pemilu Indonesia 2009 akan berlangsung esok hari tanggal 9 April 2009. Sudah siapkah anda dengan parpol dan caleg pilihan anda ? Pastikan anda memanfaatkan hak pilih anda pada hari pemungutan suara esok hari. Sebagai bekal untuk menambah wawasan anda untuk pemungutan suara pada esok hari pada halaman ini saya menampilkan beberapa hal yang berkaitan dengan Denah dan Tata Cara Pemungutan Suara di TPS. Semoga informasi ini dapat menjadi bekal penting untuk anda esok hari terutama untuk anda pemilih pemula.

Sebelumnya saya akan merekap mengenai informasi-informasi penting berkaitan dengan Pemilu Indonesia 2009. Barangkali anda lupa atau tidak tahu. Informasi dibawah ini dapat anda dapatkan dari halaman lain dari blog saya.

Surat suara ada 4 macam surat suara pada Pemilu 2009 ini :

  1. Surat suara yang dibagian atasnya berwarna kuning, untuk pemilihan Anggota DPR

  2. Surat suara yang dibagian atasnya berwarna merah, untuk pemilihan Anggota DPD

  3. Surat suara yang dibagian atasnya berwarna biru, untuk pemilihan Anggota DPRD Provinsi

  4. Surat suara yang dibagian atasnya berwarna hijau, untuk pemilihan Anggota DPRD Kabupaten/Kota.

Tata cara memilih pada surat suara :

  1. Tanda contreng / contreng(√ ) --> Rekomendasi KPU

  2. Tanda coblos

  3. Tanda silang (x)

  4. Tanda garis datar ( -)

  5. Karena keadaan tertentu, sehingga tanda centang (√ ) membentuk (/) atau (\)

Jumlah penandaan

  • 1x --> Rekomendasi KPU

Surat suara DPD:

  • NOMOR URUT atau FOTO atau NAMA ANGGOTA DPD

Surat suara DPR dan DPRD :

  • NAMA PARTAI atau NOMOR URUT PARTAI atau KOLOM NOMOR URUT CALON atau KOLOM NAMA CALON ANGGOTA

Bila anda ingin mengetahui lebih detil mengenai CARA MENCONTRENG dan CONTOH SURAT SUARA, silahkan kunjungi halaman berikut ini :



Gunakanlah hak pilih Anda. Datanglah ke TPS tempat di mana nama Anda tercantum dalam DPT. Datanglah antara pukul 07.00-12.00 waktu setempat (lebih cepat lebih baik), jangan lupa membawa formulir Model C4 (tidak ada lagi Kartu Pemilih). Formulir Model C4 dibagi selambat-lambatnya tiga hari menjelang pemungutan suara. Jika Anda belum/tidak mendapat formulir Model C4 tapi nama Anda tercantum di DPT TPS segera minta kepada petugas KPPS yang bersangkutan. Jangan lupa membawa tanda pengenal diri yang sah.

Gambar Tata Cara Pemungutan Suara Pemilu 2009Gambar Tata Cara Pemungutan Suara Pemilu 2009 (klik untuk memperbesar)

Gambar Denah Tempat Pemungutan Suara (TPS)Gambar Denah Tempat Pemungutan Suara (TPS)(klik untuk memperbesar)

Bagan Tata Cara Pemberian Suara Di TpsBagan Tata Cara Pemberian Suara Di TPS (klik untuk memperbesar)

Komik  Tata Cara Pemberian Suara Di Tps - 1Komik Tata Cara Pemberian Suara Di TPS - Halaman 1 (klik untuk memperbesar)

Komik  Tata Cara Pemberian Suara Di Tps - 2Komik Tata Cara Pemberian Suara Di TPS - Halaman 2 (klik untuk memperbesar)

Beberapa singkatan atau istilah yang perlu diketahui :
  • DPT : Daftar Pemilih Tetap
  • DPD : Dewan Perwakilan Daerah
  • DPR : Dewan Perwakilan Rakyat
  • DPRD : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
  • KPPS : Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara:
  • KPU : Komisi Pemilihan Umum
  • PPS : Penyelenggara Pemungutan Suara


Bila anda ingin mengetahui singkatan atau istilah berkenaan dengan Pemilu Indonesia silahkan kunjungi halaman


Bila anda tertarik ingin mendownload semua gambar diatas, saya menyediakan link download dalam format PDF. Berikut ini link Download Denah dan Tata Cara Pemungutan Suara di TPS | PDF | 1.4 MB :



0

Surat Undangan Pemilu (Model C4 & A5)

- Pada Pemilu Indonesia 2009 tidak akan menggunakan Kartu Pemilih seperti pemilu sebelumnya. Jadi bagi Anda yang merasa sudah mempunyai hak pilih jangan berharap mendapat Kartu Pemilih dan sebagai gantinya Anda akan mendapat Surat Undangan untuk memilih. Hal ini diatur dalam Peraturan KPU No.13/2009 Pasal 15.

Berikut ini petikan Peraturan KPU No.13/2009 Pasal 15 :
  1. Ketua KPPS sudah harus menyampaikan surat pemberitahuan untuk memberikan suara di TPS kepada pemilih di wilayah kerjanya selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara dengan menggunakan formulir Model C4.

  2. Dalam surat pemberitahuan untuk memberikan suara di TPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1), harus disebutkan adanya kemudahan bagi penyandang cacat dalam memberikan suara di TPS.

  3. Pemilih setelah menerima pemberitahuan untuk memberikan suara di TPS sebagaimana dimaksud pada ayat (1), menandatangani tanda terima surat pemberitahuan untuk memberikan suara di TPS.

  4. Apabila pemilih tidak berada ditempat, Ketua KPPS dapat menyampaikan surat pemberitahuan untuk memberikan suara di TPS kepada kepala keluarga atau anggota keluarga lainnya, serta menandatangani tanda terima.
Pada Pemilu Indonesia 2009 akan digunakan 2 macam model Surat undangan memilih, yakni :
  1. Surat undangan memilih model C4 dan

  2. Ssurat undangan memilih model A5
Surat undangan memilih model C4 adalah surat undangan memilih untuk anda yang berdomisili tetap pada suatu daerah sedangkan surat undangan memilih model A5 adalah surat undangan memilih untuk anda yang pindah lokasi (Daftar pemilih tambahan). Mengenai pemilih yang memilih pada daerah lain diatur dalam Peraturan KPU No.13/2009 Pasal 3 . Meskipun pada Pemilu Indonesia 2009 tidak menggunakan Kartu Pemilih bukan berarti Anda dapat sesuka hati menggunakan hak pilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) mana saja. Karena hal ini sudah diatur dalam Peraturan KPU No.13/2009 Pasal 3.

Berikut ini petikan Peraturan KPU No.13/2009 Pasal 3 :
  1. Pemilih yang berhak mengikuti pemungutan suara di TPS, adalah :
    1. a. pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap untuk TPS (Model A3); dan
    2. b. pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (Model A4).

  2. Daftar pemilih tambahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas pemilih yang telah terdaftar dalam daftar pemilih tetap di TPS asal, tetapi karena keadaan tertentu pemilih tidak dapat menggunakan hak pilihnya untuk memilih di TPS yang telah ditetapkan.

  3. Keadaan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (2), meliputi keadaan karena menjalankan tugas pada saat pemungutan suara atau karena kondisi tidak terduga diluar kemauan dan kemampuan yang bersangkutan, antara lain karena sakit, menjadi tahanan, tugas pekerjaannya (pilot, pramugari, nahkoda, pekerja lepas pantai, masinis, pemantau pemilu, pengawas pemilu, saksi pemilu, wartawan, dan pejabat negara/PNS), tugas belajar, pindah domisili, tertimpa bencana alam sehingga pemilih yang bersangkutan tidak dapat menggunakan hak suaranya di TPS yang telah ditetapkan.

  4. Pemilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan ayat (2) melaporkan kepada KPU Kabupaten/Kota/PPK/PPS/KPPS asal untuk mendapatkan surat pemberitahuan (Daftar Pemilih Tambahan) Model A5 untuk memberikan suara di TPS lain, dengan menyampaikan bukti-bukti tertulis yang menerangkan keadaan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (3).

  5. Untuk dapat dimasukkan dalam daftar pemilih tambahan di TPS lain, seseorang harus menunjukkan bukti identitas diri dan bukti yang bersangkutan telah terdaftar sebagai pemilih dalam daftar pemilih tetap di TPS asal, dengan membawa formulir Model A5 yang ditandatangani oleh KPU Kabupaten/Kota/PPK/PPS/KPPS disertai bukti-bukti tertulis yang menerangkan keadaan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (3).

  6. Pemilih sebagaimana dimaksud pada ayat (5), melaporkan kepada KPPS/PPS/PPK/KPU Kabupaten/Kota dimana yang bersangkutan akan memberikan suara dengan menunjukkan surat pemberitahuan dari PPS/ KPPS asal (Model A5), paling lambat 3 (tiga) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara.

  7. KPU Kabupaten/Kota/PPK/PPS/KPPS mencatat nama pemilih sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dalam formulir Model A4 dan untuk selanjutnya disampaikan kepada KPPS bersama dengan salinan Daftar Pemilih Tetap untuk TPS (Model A3).

  8. Apabila terdapat pemilih dari TPS lain (Model A5) yang melaporkan kepada KPU Kabupaten/Kota/PPK/PPS sebelum pelaksanaan pemungutan suara agar nama pemilih tersebut dicatat dalam formulir Model A4.
Jika seandainya sampai 3 hari atau bahkan 1 hari sebelum hari pemilihan suara, yakni 9 April 2009 anda belum juga mendapatkan surat undangan memilih anda dapat menanyakannya pada Ketua KPPS setempat selambat-lambatnya 24 jam sebelum hari pemungutan suara. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan KPU No.13/2009 Pasal 16 dan pasal 17.

Berikut ini petikan Peraturan KPU No.13/2009 Pasal 16 :
Pemilih yang namanya tercantum dalam daftar pemilih tetap dan daftar pemilih tambahan, apabila sampai dengan 3 (tiga) hari sebelum hari dan tanggal pemungutan suara belum menerima surat pemberitahuan untuk memberikan suara di TPS (Model C4), diberi kesempatan untuk meminta kepada Ketua KPPS selambat-lambatnya 24 (dua puluh empat) jam sebelum hari dan tanggal pemungutan suara dengan menunjukkan kartu tanda penduduk atau identitas lain yang sah.
Berikut ini petikan Peraturan KPU No.13/2009 Pasal 17 :
  1. Pemilih yang sampai dengan berakhirnya waktu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16, tidak menerima surat pemberitahuan untuk memberikan suara di TPS (Model C4), dapat melaporkan kepada Ketua KPPS atau anggota KPPS di Kantor PPS yang wilayah kerjanya meliputi TPS yang bersangkutan dengan menunjukkan kartu tanda penduduk atau identitas lain yang sah, selambat-lambatnya 24 jam sebelum tanggal pemungutan suara.

  2. Ketua PPS/KPPS berdasarkan tanda bukti sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meneliti nama pemilih tersebut dalam daftar pemilih tetap.

  3. Apabila nama pemilih tersebut ternyata tercantum dalam daftar pemilih tetap, Ketua KPPS berdasarkan keterangan Ketua PPS memberikan surat pemberitahuan untuk memberikan suara di TPS.
Pelaksanaan pemungutan suara dilaksanakan pada pukul 07.00 sampai dengan 12.00 waktu setempat. Anda harus membawa formulir Model C4 atau A5 dan menyerahkannya pada petugas KPPS untuk dicocokkan dengan DPT. Setelah diberi nomor urut kehadiran, Anda dipersilahkan duduk menunggu giliran. Ketika nomor giliran Anda dipanggil, Anda menuju ke meja Ketua KPPS dan menerima empat jenis surat suara yaitu surat suara DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Anda harus memastikan bahwa surat suara tersebut telah ditandatangani oleh Ketua KPPS. Anda pun langsung menuju bilik suara.

Contoh Surat undangan memilih model C4 Pemilu 2009 Contoh Surat undangan memilih model C4 Pemilu 2009 (klik untuk memperbesar)
Contoh Surat undangan memilih model A5 Pemilu 2009 Contoh Surat undangan memilih model A5 Pemilu 2009 (klik untuk memperbesar)

Note :
Jika anda tertarik untuk mendownload Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 13 Tahun 2009 silahkan kunjungi halaman

0

Pembagian Daerah Pemilihan Anggota DPR RI

- Pemilu Indonesia 2009 akan berlangsung esok hari tanggal 9 April 2009. Jika anda masih bingung mengenai daerah pemilihan (dapil) anda maka sepertinya anda datang pada tempat yang tepat. Pada posting kali ini saya akan menampilkan dapil-dapil DPR RI untuk Pemilu Indonesia 2009. Dapil Pemilu Indonesia 2009 sendiri diatur didalam UU RI No.10 2008.

UU RI No.10 2008 membahas mengenai :
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2008 Tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah


Berikut ini link Download UU RI No.10 2008 | PDF | 346 KB :

    1. Nanggroe Aceh Darussalam

      1. Nanggroe Aceh Darusalam I

        1. Kab. Aceh Barat
        2. Kab. Aceh Barat Daya
        3. Kab. Aceh Besar
        4. Kab. Aceh Jaya
        5. Kab. Aceh Selatan
        6. Kab. Aceh Singkil
        7. Kota Subulussalam
        8. Kota Banda Aceh
        9. Kab. Nagan Raya
        10. Kab. Simeulue
        11. Kab. Gayo Luwes
        12. KotaSabang
        13. Kab. Aceh Tenggara
        14. Kab. Pidie
        15. Kab. Pidie Jaya

      2. Nanggroe Aceh Darusalam II

        1. Kab. Aceh Tamiang
        2. Kab. Bener Meriah
        3. Kab. Aceh Tengah
        4. Kab. Aceh Timur
        5. Kab. Aceh Utara
        6. Kab. Bireuen
        7. Kota Langsa
        8. Kota Lhokseumawe

    2. Sumatera Utara

      1. Sumatera Utara I

        1. Kota Medan
        2. Kab. Deli Serdang
        3. Kab. Serdang Bedagai
        4. Kota Tebing Tinggi

      2. Sumatera Utara II

        1. Kab. Labuhan Batu
        2. Kab. Tapanuli Selatan
        3. Kota Padang Sidempuan
        4. Kab. Mandailing Natal
        5. Kab. Nias
        6. Kab. Nias Selatan
        7. Kota Sibolga
        8. Kab. Tapanuli Tengah
        9. Kab. Tapanuli Utara
        10. Kab. Humbang Hasundutan
        11. Kab. Toba Samosir
        12. Kab. Samosir
        13. Kab. Padang Lawas Utara
        14. Kab. Padang Lawas

      3. Sumatera Utara III

        1. Kab. Asahan
        2. Kota Tanjung Balai
        3. Kota Pematang Siantar
        4. Kab. Simalungun
        5. Kab. Pakpak Bharat
        6. Kab. Dairi
        7. Kab. Karo
        8. Kota Binjai
        9. Kab. Langkat
        10. Kab. Batubara

    3. Sumatera Barat

      1. Sumatera Barat I

        1. Kab. Kepulauan Mentawai
        2. Kab. Pesisir Selatan
        3. Kota Padang
        4. Kota Solok
        5. Kab. Solok
        6. Kab. Solok Selatan
        7. Kota Sawah Lunto
        8. Kab. Sawah Lunto/ Sijunjung
        9. Kab. Dharmasraya
        10. Kota Padang Panjang
        11. Kab. Tanah Datar

      2. Sumatera Barat II

        1. Kab. Pasaman
        2. Kab. Pasaman Barat
        3. Kota Payakumbuh
        4. Kab. Lima Puluh Koto
        5. Kota Bukittinggi
        6. Kab. Agam
        7. Kota Pariaman
        8. Kab. Padang Pariaman

    4. Riau

      1. Riau I

        1. Kab. Siak
        2. Kota Pekan Baru
        3. Kab. Rokan Hilir
        4. Kab. Rokan Hulu
        5. Kab. Bengkalis
        6. Kota Dumai

      2. Riau II

        1. Kab. Kuantan Singingi
        2. Kab. Indragiri Hulu
        3. Kab. Indragiri Hilir
        4. Kab. Pelalawan
        5. Kab. Kampar

    5. Kepulauan Riau

      1. Kepulauan Riau

        1. Kota Batam
        2. Kab. Karimun
        3. Kab. Bintan
        4. Kab. Lingga
        5. Kab. Natuna
        6. Kota Tanjung Pinang


    6. Jambi

      1. Jambi

        1. Kab. Kerinci
        2. Kab. Merangin
        3. Kab. sarolangun
        4. Kab. Batang Hari
        5. Kab. Muaro Jambi
        6. Kab. Tanjung Jabung Timur
        7. Kab. Tanjung Jabung Barat
        8. Kab. Tebo
        9. Kab. Bungo
        10. Kota Jambi




    7. Sumatera Selatan

      1. Sumatera Selatan I

        1. Kab. Banyuasin
        2. Kab. Musi Banyuasin
        3. Kab. Musi Rawas
        4. Kota Palembang
        5. Kota Lubuk Linggau


      2. Sumatera Selatan II

        1. Kab. Muara Enim
        2. Kab. Lahat
        3. Kab. Ogan Komering Ulu
        4. Kab. Ogan Komering Ulu Timur
        5. Kab. Ogan Komering Ulu Selatan
        6. Kota Pagar Alam
        7. Kota Prabumulih
        8. Kab. Ogan Komering Ilir
        9. Kab. Ogan Ilir
        10. Kab. Empat Lawang

    8. Bangka Belitung

      1. Bangka Belitung

        1. Kab. Bangka
        2. Kab. Belitung
        3. Kab. Belitung Timur
        4. Kab. Bangka Selatan
        5. Kab. Bangka Tengah
        6. Kab. Bangka Barat
        7. Kota Pangkal Pinang

    9. Bengkulu

      1. Bengkulu

        1. Kota Bengkulu
        2. Kab. Bengkulu Selatan
        3. Kab. Kaur
        4. Kab. Seluma
        5. Kab. Rejang Lebong
        6. Kab. Lebong
        7. Kab. Kepahiang
        8. Kab. Bengkulu Utara
        9. Kab. Muko Muko

    10. Lampung

      1. Lampung I

        1. Kota Bandar Lampung
        2. Kab. Lampung Barat
        3. Kab. Lampung Selatan
        4. Kab. Tanggamus
        5. Kab. Pesawaran
        6. Kota Metro


      2. Lampung II

        1. Kab. Lampung Tengah
        2. Kab. Lampung Utara
        3. Kab. Tulang Bawang
        4. Kab. Way Kanan
        5. Kab. Lampung Timur

    11. DKI Jakarta

      1. DKI Jakarta I

        1. Kodya Jakarta Timur

      2. DKI Jakarta II

        1. Kodya Jakarta Pusat + Luar Negeri
        2. Kodya Jakarta Selatan

      3. DKI Jakarta III

        1. Kodya Jakarta Barat
        2. Kodya Jakarta Utara
        3. Kab. Adm. Kepulauan Seribu

    12. Jawa Barat

      1. Jawa Barat I

        1. Kota Bandung
        2. Kota Cimahi

      2. Jawa Barat II

        1. Kab. Bandung
        2. Kab. Bandung Barat

      3. Jawa Barat III

        1. Kab. Cianjur
        2. Kota Bogor

      4. Jawa Barat IV

        1. Kab. Sukabumi
        2. Kota Sukabumi

      5. Jawa Barat V

        1. Kab. Bogor

      6. Jawa Barat VI

        1. Kota Bekasi
        2. Kota Depok

      7. Jawa Barat VII

        1. Kab. Purwakarta
        2. Kab. Karawang
        3. Kab. Bekasi

      8. Jawa Barat VIII

        1. Kab. Cirebon
        2. Kab. Indramayu
        3. Kota Cirebon

      9. Jawa Barat IX

        1. Kab. Majalengka
        2. Kab. Sumedang
        3. Kab. Subang

      10. Jawa Barat X

        1. Kab. Ciamis
        2. Kab. Kuningan
        3. Kota Banjar

      11. Jawa Barat XI

        1. Kab. Garut
        2. Kab. Tasikmalaya
        3. Kota Tasikmalaya

    13. Banten

      1. Banten I

        1. Kab. Pandeglang
        2. Kab. Lebak

      2. Banten II

        1. Kota Cilegon
        2. Kab. Serang
        3. Kota Serang

      3. Banten III

        1. Kab. Tangerang
        2. Kota Tangerang

    14. Jawa Tengah

      1. Jawa Tengah I

        1. Kab. Semarang
        2. Kab. Kendal
        3. Kota Salatiga
        4. Kota Semarang

      2. Jawa Tengah II

        1. Kab. Kudus
        2. Kab. Jepara
        3. Kab. Demak

      3. Jawa Tengah III

        1. Kab. Grobogan
        2. Kab. Blora
        3. Kab. Rembang
        4. Kab. Pati

      4. Jawa Tengah IV

        1. Kab. Wonogiri
        2. Kab. Karanganyar
        3. Kab. Sragen

      5. Jawa Tengah V

        1. Kab. Boyolali
        2. Kab. Klaten
        3. Kab. Sukoharjo
        4. Kota Surakarta

      6. Jawa Tengah VI

        1. Kab. Purworejo
        2. Kab. Wonosobo
        3. Kab. Magelang
        4. Kota Temanggung
        5. Kota Magelang

      7. Jawa Tengah VII

        1. Kab. Purbalingga
        2. Kab. Banjarnegara
        3. Kab. Kebumen

      8. Jawa Tengah VIII

        1. Kab. Cilacap
        2. Kab. Banyumas

      9. Jawa Tengah IX

        1. Kab. Tegal
        2. Kab. Brebes
        3. Kota Tegal

      10. Jawa Tengah X

        1. Kab. Batang
        2. Kab. Pekalongan
        3. Kab. Pemalang
        4. Kota Pekalongan

    15. Daerah Istimewa Yogjakarta

      1. Daerah Istimewa Yogjakarta

        1. Kab. Kulonprogo
        2. Kab. Bantul
        3. Kab. Gunung Kidul
        4. Kab. Sleman
        5. Kota Yogyakarta

    16. Jawa Timur

      1. Jawa Timur I

        1. Kota Surabaya
        2. Kab. Sidoarjo

      2. Jawa Timur II

        1. Kab. Pasuruan
        2. Kota Probolinggo
        3. Kota Pasuruan
        4. Kab. Probolinggo

      3. Jawa Timur III

        1. kab. Bondowoso
        2. Kab. Banyuwangi
        3. Kab. Situbondo

      4. Jawa Timur IV

        1. Kab. Lumajang
        2. Kab. Jember

      5. Jawa Timur V

        1. Kota Malang
        2. Kota Batu
        3. Kab. Malang

      6. Jawa Timur VI

        1. Kab. Tulungagung
        2. Kota Kediri
        3. Kota Blitar
        4. Kab. Kediri
        5. Kab. Blitar

      7. Jawa Timur VII

        1. Kab. Pacitan
        2. Kab.Ponorogo
        3. Kab. Trenggalek
        4. Kab. Magetan
        5. Kab. Ngawi

      8. Jawa Timur VIII

        1. Kab. Jombang
        2. Kab. Nganjuk
        3. Kab. Madiun
        4. Kota Mojokerto
        5. Kota Madiun
        6. Kab. Mojokerto

      9. Jawa Timur IX

        1. Kab. Bojonegoro
        2. Kab. Tuban

      10. Jawa Timur X

        1. Kab. Lamongan
        2. Kab. Gresik

      11. Jawa Timur XI

        1. Kab. Bangkalan
        2. Kab. Pamekasan
        3. Kab. Sampang
        4. Kab. Sumenep

    17. Bali

      1. Bali

        1. Kab. Jembrana
        2. Kab. Tabanan
        3. Kab. Badung
        4. Kab. Gianyar
        5. Kab. Klungkung
        6. Kab. Bangli
        7. Kab. Karangasem
        8. Kab. Bulengleng
        9. Kota Denpasar

    18. Nusa Tenggara Barat

      1. Nusa Tenggara Barat

        1. Kab. Lombok Barat
        2. Kab. Lombok Tengah
        3. Kab. Lombok Timur
        4. Kab. Sumbawa
        5. Kab. Sumbawa Barat
        6. Kab. Dompu
        7. Kab. Bima
        8. Kota Mataram
        9. Kota Bima

    19. Nusa Tenggara Timur

      1. Nusa Tenggara Timur I

        1. Kab. Manggarai Barat
        2. Kab. Manggarai
        3. Kab. Ngada
        4. Kab. Ende
        5. Kab. Sikka
        6. Kab. Flores Timur
        7. Kab. Lembata
        8. Kab. Alor
        9. Kab. Nagekeo
        10. Kab. Manggarai Timur

      2. Nusa Tenggara Timur II

        1. Kab. Sumba Barat
        2. Kab. Sumba Tengah
        3. Kab. Sumba Barat Daya
        4. Kab. Sumba Timur
        5. Kab. Rote Ndao
        6. Kab. Kupang
        7. Kota Kupang
        8. Kab. Belu
        9. Kab. Timor Tengah Utara
        10. Kab. Timor Tengah Selatan

    20. Kalimantan Barat

      1. Kalimantan Barat

        1. Kab. Sambas
        2. Kab. Bengkayang
        3. Kab. Landak
        4. Kab. Pontianak
        5. Kab. Sanggau
        6. Kab. Sekadau
        7. Kab. Ketapang
        8. Kab. Sintang
        9. Kab. Melawi
        10. Kab. Kapuas Hulu
        11. Kota Pontianak
        12. Kota Singkawang
        13. Kab. Kayong Utara
        14. Kab. Kubu Raya

    21. Kalimantan Tengah

      1. Kalimantan Tengah

        1. Kab. Kotawaringin Barat
        2. Kab. Kotawaringin Timur
        3. Kab. Kapuas
        4. Kab. Barito Selatan
        5. Kab. Barito Utara
        6. Kab. Sukamara
        7. Kab. Lamandau
        8. Kab. Seruyan
        9. Kab. Katingan
        10. Kab. Pulang Pisau
        11. Kab. Gunung Mas
        12. Kab. Barito Timur
        13. Kab. Murung Raya
        14. Kota Palangkaraya

    22. Kalimantan Selatan

      1. Kalimantan Selatan I

        1. Kab. Banjar
        2. Kab. Barito Kuala
        3. Kab. Tapin
        4. Kab. Hulu Sungai Selatan
        5. Kab. Hulu Sungai Tengah
        6. Kab. Hulu Sungai Utara
        7. Kab. Tabalong
        8. Kab. Balangan

      2. Kalimantan Selatan II

        1. Kab. Tanah Laut
        2. Kab. Kota Baru
        3. Kab. Tanah Bumbu
        4. Kota Banjarmasin
        5. Kota Banjar Baru

    23. Kalimantan Timur

      1. Kalimantan Timur

        1. Kab. Paser
        2. Kab. Kutai Barat
        3. Kab. Kutai Kartanegara
        4. Kab. Kutai Timur
        5. Kab. Berau
        6. Kab. Malinau
        7. Kab. Bulungan
        8. Kab. Nunukan
        9. Kab. Penajam Paser Utara
        10. Kota Balikpapan
        11. Kota Samarinda
        12. Kota Tarakan
        13. Kota Bontang
        14. Kab. Tana Tidung

    24. Sulawesi Utara

      1. Sulawesi Utara

        1. Kab. Bolaang Mongondow
        2. Kab. Minahasa
        3. Kab. Minahasa Utara
        4. Kab. Kepulauan Sangihe
        5. Kab. Kepulauan Talaud
        6. Kab. Minahasa Selatan
        7. Kab. Kota Manado
        8. Kab. Kota Bitung
        9. Kab. Kota Tomohon
        10. Kab. Minahasa Tenggara
        11. Kab. Bolaang Mongondow Utara
        12. Kab. Siau Tagulandang Biaro
        13. Kota Kotamobagu

    25. Gorontalo

      1. Gorontalo

        1. Kab. Boalemo
        2. Kab. Gorontalo
        3. Kab. Pohuwato
        4. Kab. Bone Bolango
        5. Kota Gorontalo
        6. Kab. Gorontalo Utara

    26. Sulawesi Tengah

      1. Sulawesi Tengah

        1. Kab. Banggai Kepulauan
        2. Kab. Banggai
        3. Kab. Morowali
        4. Kab. Poso
        5. Kab. Tojo Una-una
        6. Kab. Donggala
        7. Kab. Toli-toli
        8. Kab. Buol
        9. Kab. Parigi Moutong
        10. Kota Palu

    27. Sulawesi Selatan

      1. Sulawesi Selatan I

        1. Kab. Selayar
        2. Kab. Bantaeng
        3. Kab. Jeneponto
        4. Kab. Takalar
        5. Kab. Gowa
        6. Kota Makassar

      2. Sulawesi Selatan II

        1. Kab. Sinjai
        2. Kab. Bone
        3. Kab. Maros
        4. Kab. Bulukumba
        5. Kab. Pangkajene Kepulauan
        6. Kab. Barru
        7. Kota Pare Pare
        8. Kab. Soppeng
        9. Kab. Wajo

      3. Sulawesi Selatan III

        1. Kab. Sidenrang Rapang
        2. Kab. Enrekang
        3. Kab. Luwu
        4. Kab. Tana Toraja
        5. Kab. Luwu Utara
        6. Kab. Luwu Timur
        7. Kab. Pinrang
        8. Kota Palopo

    28. Sulawesi Tenggara

      1. Sulawesi Tenggara

        1. Kab. Buton
        2. Kab. Wakatobi
        3. Kab. Bombana
        4. Kab. Muna
        5. Kab. Kendari/Kab.Konawe
        6. Kab. Kolaka
        7. Kolaka Utara
        8. Konawe Selatan
        9. Kota Kendari
        10. Kota Bau Bau
        11. Kab. Konawe Utara
        12. Kab. Buton Utara

    29. Sulawesi Barat

      1. Sulawesi Barat

        1. Kab. Mamuju Utara
        2. Lab. Mamuju
        3. Kab. Mamasa
        4. Kab. Polewali Mamasa
        5. Kab. Majene

    30. Maluku

      1. Maluku

        1. Kab. Maluku Tenggara Barat
        2. Kab. Maluku Tenggara
        3. Kab. Kepulauan Aru
        4. Kab. Maluku Tengah
        5. Kab. Seram Bagian Barat
        6. Kab. Seram Bagian Timur
        7. Kab. Buru
        8. Kota Ambon
        9. Kota Tual

    31. Maluku Utara

      1. Maluku Utara

        1. Kab. Halmahera Barat
        2. Kab. Halmahera Tengah
        3. Kab. Kepulauan Sula
        4. Kab. Halmahera Selatan
        5. Kab. Halmahera Utara
        6. Kab. Halmahera Timur
        7. Kota Ternate
        8. Kota Tidore Kepulauan

    32. Papua

      1. Papua

        1. Kab. Merauke
        2. Kab. Jayawijaya
        3. Kab. Jayapura
        4. Kab. Nabire
        5. Kab. Yapen Waropen
        6. Kab. Biak Numfor
        7. Kab. Supiori
        8. Kab. Paniai
        9. Kab. Puncak Jaya
        10. Kab. Mimika
        11. Kab. Boven Digul
        12. Kab. Mappi
        13. Kab. Asmat
        14. Kab. Yahukimo
        15. Kab. Pegunungan Bintang
        16. Kab. Tolikara
        17. Kab. Sarmi
        18. Kab. Keerom
        19. Kab. Waropen
        20. Kota Jayapura
        21. Kab. Mamberamo Raya
        22. Kab. Yalimo
        23. Kab. Mamberamo Tengah
        24. Kab. Ndunga
        25. Kab. Lanny Jaya
        26. Kab. Puncak
        27. Kab. Dogiyai

    33. Papua Barat

      1. Papua Barat

        1. Kab. Fak-fak
        2. Kab. Sorong
        3. Kab. Manokwari
        4. Kab. Kaimana
        5. Kab. Sorong Selatan
        6. Kab. Raja Ampat
        7. Kab. Teluk Bintuni
        8. Kab. Teluk Wondama
        9. Kota Sorong