0

Omzet Spanduk Pemilu Mencapai Rp 100 Juta Sehari !

- Musim "narsis" para caleg menjelang Pemilu 2009 agak berbeda dengan masa-masa menjelang pemilu lima tahun silam. Perhatikanlah, wajah para caleg yang terpampang dalam lembar-lembar spanduk dan pamflet mulai dari jalan protokol hingga gang-gang sempit terlihat lebih "kinclong".
Spanduk Pemilu 2009
Siapa yang menyangka, tren digital printing yang memungkinkan spanduk dan pamflet tercetak dengan bagus, telah mendatangkan rezeki menggunung bagi para pelaku bisnisnya. Bahkan ada yang mengaku dapat meraup omzet penjualan sebesar Rp 50-Rp 100 juta per hari, dalam tiga bulan terakhir.

Ivan, penerus usaha percetakan milik keluarganya, Butan's Advertising, di kawasan di Proyek Senen, mengakuinya. "Kalau semula banyakan pakai spanduk yang berbahan dasar kain, sekarang trennya dengan bahan plastik ini (flexi banner)," ujar Ivan ketika ditemui akhir pekan lalu.

Pengakuan serupa diungkapkan Hari, pedagang di areal yang sama. Ia menolak menyebutkan besaran omzetnya, tetapi ia yakin kenaikan omzetnya mencapai 500 persen. Belum lagi keuntungan yang diraup juga terbilang besar.

Menurut Hari, rata-rata ia mematok harga Rp 25.000 per meter untuk flexi banner. Jika orderan datang dalam jumlah besar, harga pun dibanting jadi Rp 18.000-Rp. 22.000 per meter. Padahal, biaya produksinya cuma Rp 15.000.

Sementara Ivan yang mengaku pesanan mulai melimpah sejak Desember lalu mematok harga lebih tinggi. Untuk pencetakan digital berupa baliho dan poster, ia bisa menghabiskan flexi banner sebesar 1.000 meter persegi setiap bulannya. Tarif pembuatannya dipatok Rp 30.000-Rp 80.000 sesuai dengan kualitas medianya. "Omzet Rp 50-Rp 100 juta sehari," kata Ivan.

Nah, lantas bagaimana nasib spanduk kain yang dulu pernah juga "berjaya"? Menurut Anton, juga pengusaha di Pasar Senen, saat ini spanduk kain kurang diminati caleg. Pasalnya, harga spanduk kain Rp 15.000 per meter. "Harganya enggak berapa beda (dengan spanduk flexi). Padahal spanduk flexi lebih awet. Setahun juga belum tentu habis," ujar Anton.

Ivan mengatakan, perpindahan tren ini disebabkan makin pesatnya perkembangan teknologi. Dengan percetakan digital di atas bahan plastik, caleg dan parpol dapat menghemat waktu pemesanan dan memperpanjang umur masa 'pemasaran dirinya'. "Memang banyak kelebihannya. Ya lebih awet, tahan lama. Cocok untuk masa kampanye yang cukup lama dan tahan di cuaca hujan. Lagi pula pembuatannya lebih cepat," tutur Ivan.

Hebatnya lagi, pembuatan poster berukuran 1 x 2 m atau 2 x 3 m dalam jumlah ratusan bisa diselesaikan dalam waktu dua hari. Untuk jumlah besar, Butan's menyelesaikannya dalam waktu maksimal seminggu.

"Ini diperlukan apalagi untuk yang butuh urgent. Kalau sablon lama, harus tunggu kering dululah tulisannya. Sekarang dalam waktu sebentar bisa cepat jadi. Kalau sudah ada desain, tinggal print langsung jadi," ujar Ivan.

Jelaslah, semua akan setuju kalau dikatakan bisnis cetak digital sedang mengalami masa jayanya tahun ini. Hukum supply and demand mutlak terjadi di sini. Besarnya order dari para kandidat wakil rakyat yang berharap dikenal, dan "minta" dipilih oleh rakyat, telah menjadi rezeki besar, bahkan sangat besar bagi para pebisnis ini. Ya, meski "hasil karya" mereka sering kali cuma "mengotori" pemandangan kota ....


(Sumber : Kompas)




Artikel terkait :


0 komentar:

Poskan Komentar