0

Sosialisasi Pemilu Indonesia 2009 Melalui Perangko

- ”Banyak jalan menuju Roma” peribahasa inilah yang sepertinya digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mensosialisaikan . Setelah beberapa waktu lalu KPU mengumpulkan para pimpinan redaksi (Pimred), tokoh agama kini KPU mencoba sosialisasi melalui prangko. KPU meluncurkan prangko di Kantor KPU Jakarta, Kamis (5/3). Prangko ini merupakan hasil kerja sama KPU dan Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Dirjen Postel) untuk menyosialisasikan sejumlah poin penting tentang pemilu.
Perangko Pemilu Indonesia 2009 - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
Sosialisasi Perangko Pemilu Indonesia 2009 - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Abdul Hafiz Anshary (2 kanan) bersama Direktur Pos Ditjen Postel, Inggrid R Panjaitan (2 kiri), Dirut PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana (kiri) dan Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia, Soejono menunjukkan perangko dan sampul perangko seri Pemilu 2009 hari pertama yang diluncurkan di gedung Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Kamis (5/3).

Contoh Perangko Pemilu Indonesia 2009 - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009Contoh Perangko Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Jika Anda berpendapat bahwa peluncuran perangko ini adalah ide yang konyol mengingat sekarang banyak orang lebih suka berkirim surat melalui e-mail atau cukup melalau pesan singkat SMS dari HP Anda tidak sepenuhnya benar. KPU menganggap sosialisasi lewat prangko masih efektif. Karena masih banyak warga yang menggunakan jasa pos untuk memenuhi sebagian aktivitasnya, seperti mengirim surat dinas maupun yang sejenisnya. Disamping tentunya ini juga meneruskan tradisi sebelumnya pada seperti pada pemilihan umum 2004
Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengemukakan "PT Pos mencatat yang menggunakan jasa prangko masih banyak. Dalam setahun, sekitar beberapa juta orang. Jadi cukup efektif pastinya,".
"Meski teknologi sudah canggih, ada HP yang bisa digunakan mengirim pesan, tapi juga masih banyak yang menggunakan jasa pos. Makanya peluang ini juga kita manfaatkan untuk sosialisasi pemilu,"
Dengan prangko tersebut, diharapkan warga akan ingat dan tahu tentang tata cara pemberian tanda saat Pemilu Indonesia 2009 nanti. Hal itu tidak lain untuk menekan suara tidak sah dari masyarakat, mengingat keterbatasan waktu sosialisasi.
"Semangat kita untuk menyelamatkan suara masyarakat. Jangan sampai terjadi banyak suara yang tidak sah gara-gara tidak tahu caranya. Apalagi, model pemilu kali ini berbeda dengan sebelumnya," tegas Abdul Hafiz Anshary.

Poster Perangko Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009Poster Perangko Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Adapun desain prangko tersebut, selain berisi kata-kata peringatan untuk semua warga agar menggunakan hak pilihnya pada Kamis 9 April 2009 mendatang, gambar-gambar dan tata cara pemberian tanda yang benar.

Prangko sosialisaikan ini dicetak dalam empat model, seperti
  1. Gambar bendera Merah Putih,
  2. Gambar ikon pensil KPU yang menunjukkan tanda centang,
  3. Gambar jari yang telah dicelupkan ke tinta pemilu,
  4. Slogan '1 Menit di Bilik Suara untuk Kehidupan Anda 5 Tahun Mendatang'.
Sementara itu, menurut Dirjen Postel Inggrit Panjaitan, rencananya prangko tersebut akan dicetak sebanyak 1,2 juta lembar yang terdiri dari empat model. Dimana masing-masing model dicetak sebanyak 300.000 lembar. Menurutnya lagi, prangko tersebut terus akan diproduksi selama tiga tahun mendatang. Kemudian, juga disebarluaskan ke seluruh kantor PT Pos Indonesia di berbagai daerah. Bahkan, akan dikoleksi para penggemar prangko alias filateli.

Mulai hari kamis (5/3) masyarakat dapat memperoleh prangko ini dengan mudah di Kantor Pos terdekat. Hanya saja, prangko seharga Rp 1.500 per buah ini harus dibeli sepaket yang berjumlah 20 buah dengan harga Rp 30.000.




Artikel terkait :


0 komentar:

Poskan Komentar