Tampilkan postingan dengan label rusuh kampanye pemilu 2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rusuh kampanye pemilu 2009. Tampilkan semua postingan
1

Surat Suara Bergambar Palu Arit

- Lima kertas Surat Suara bergambar palu arit ditemukan di salah satu tempat pemungutan suara di Kendal, Jawa Tengah, Kamis (9/4). Simbol Partai Komunis Indonesia tersebut berada di bagian depan kertas suara. Tak hanya itu, pelaku juga mencantumkan tulisan PKI Jaya dan PKI Yes.

Surat suara tanpa tanda contreng itu ditemukan di TPS 07 Desa Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal. Masing-masing surat suara adalah milik DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota dan Kabupaten, serta dua lembar untuk DPD.

Ketua KPU Kendal, Abdulah Sachur, menyatakan sudah melapor ke kepolisian setempat. Polisi belum mengizinkan media untuk meliput kasus tersebut. Namun, Kapolres Kendal Ajun Komisaris Polisi Sugihardi berjanji mengungkap kasus ini secepatnya. Kecurigaan mengarah kepada dua pemilih. (IKA/Budi Harto)


Sumber : Liputan6 (11/04/09)

0

Ricuh Kampanye PDI-P dan Partai Kedaulatan

- Kericuhan mewarnai kegiatan kampanye terbuka Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Mojokerto, Jawa Timur, Selasa (31/3). Kampanye terbuka yang dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri itu, dinodai kericuhan antar-simpatisan.

logo  pdi-perjuangan
Ketua Umum PDIP Megawati tiba di lokasi kampanye terbuka sekitar pukul 15.30 Waktu Indonesia Barat, didampingi sejumlah kader PDIP. Dalam orasi politiknya di depan ribuan simpatisan, Megawati kembali mengkitirisi pemerintah di Lapangan Kedung Maling, Mojokerto.

Pada kampanye terbuka itu terjadi dua keributan. Keributan pertama diawali oleh seorang simpatisan yang mencoba naik panggung kampanye, namun dihalangi oleh Satgas PDIP. Keributan kedua terjadi saat dilakukan panggung hiburan digelar. Simpatisan yang sedang menikmati hiburan musik dangdut terlibat batu hantam. Salah seoarng simpatisan berdarah di bagian kepala, akibat terkena hantaman benda keras. Polisi berpakaian preman berhasil mengamankan penonton yang dianggap menjadi provokator.

logo partai kedaulatan
Bentrokan juga mewarnai Kampanye Partai Kedaulatan di Lamongan, Jawa Timur. Bentrokan terjadi antara sejumlah warga desa dan simpatisan Partai Kedaulatan yang baru saja mengikuti kampanye terbuka di lapangan desa tunggul. Untuk mengamankan dan membubarkan masa yang ricuh polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan.

Sebelumnya sesama simpatisan Partai Kedaulatan juga terlibat baku hantam saat digelar panggung hiburan dalam ajang kampanye. Tawuran diduga terjadi karena para simpatisan dalam keadaan mabuk.


Sumber : metrotv


1

Goyang Erotis Kampanye PAN dan PDI-P

- Entah siapa yang memulai. Hampir seluruh partai politik menampilkan tarian soronok saat berkampanye. Cara tersebut memang paling mudah untuk menarik minat masyarakat mendatangi lokasi kampanye. Padahal, bukan saja pesan kampanye tidak sampai, tontonan erotis memberikan pengaruh buruk terhadap anak di bawah umur yang selalu memadati lokasi kampanye.

Logo Partai Amanat Nasional - PAN
Begitulah yang terjadi dalam kampanye Partai Amanat Nasional (PAN) di Lapangan Gelanggang Olahraga (GOR), Jayapura, Papua. Janji-janji parpol bisa jadi menjadi tidak penting ketika seorang penyanyi dangdut meliuk-liukkan tubuhnya. Para penonton yang mengenakan atribut partai memang sangat terhibur. Para juru kampanye setempat juga ikut larut dalam irama musik dangdut. Tapi, lihatlah anak-anak yang berada di lokasi kampanye menyaksikan tontonan yang seharusnya belum pantas mereka lihat.

Logo Partai PDI Perjuangan - PDIPTarian erotis juga dijadikan umpan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ketika berkampanye di Lapangan Sumbersuko, Lumajang, Jawa Timur. Para pononton terlihat menikmati alunan musik dangdut oleh penyanyi lokal tersebut. Namun, tiba-tiba pononton yang menari saling dorong dan terlibat keributan. Entah pesan politik apa yang ingin disampaikan juru kampanye PDIP apabila situasinya berakhir ricuh seperti itu.

Kampanye di Batam menampilkan juru kampanye nasional, Firman Jaya Daeli. Ia berjanji akan memperhatikan warga yang tinggal di permukiman liar di Batam. Entah sampai atau tidak janji ini. Goyang aja lagi

Lain lagi di Batam, Kepulauan Riau. Kali ini tarian erotis bukan ditampilkan penyanyi. Tapi oleh simpatisan partai saat mengikuti kampanye PDIP di Lapangan Temenggung Abdul Jamal, Kota Batam. Alunan lagu dan goyangan penyanyi dangdut Dewi Persik, kalah seru dibanding aksi tiga simpatisan PDIP. Ketiganya diduga sedang mabuk dan tak lama kemudian meninggalkan lokasi.


Sumber : metrotv


0

Konvoi PKNU di Cirebon Telan Korban

- Konvoi kendaraan dalam kampanye terbukti hanya membawa bencana. Sepasang suami-istri di Kota Cirebon, Jawa Barat, terlindas kendaraan yang sedang berpawai menggelar kampanye Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Sang suami, Zaenal, tewas seketika dalam kecelakaan itu. Sedangkan sang istri mengalami luka parah, sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Logo Partai Kebangkitan Nasional Ulama - pknu

Menurut saksi mata, kecelakaan yang terjadi di Jalan Desa Kenanga, Cirebon, itu bermula saat sepeda motor yang dikendarai Zaenal terpeleset karena jalanan yang berpasir. Naasnya, di saat bersamaan jalur tersebut dipenuhi kendaraan yang berkampanye untuk PKNU. Tak ayal, pasangan suami-istri itu pun langsung terlindas. Keluarga korban hanya bisa menangisi musibah yang menimpa. Karena mereka tidak tahu harus meminta tanggung jawab pada siapa



Sumber : metrotv


0

Goyang Erotis Caleg Gerindra di Cirebon

- Kampanye Partai Gerindra di Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (30/3), diwarnai aksi tak patut. Para calon loegislatif (caleg) Partai Gerindra bergoyang erotis dengan penyanyi dangdut mempertontonkan ketidaksenonohan calon wakil rakyat.

Logo Partai Gerindra
Kampanye Partai Gerindra yang digelar di Lapangan Kota Cirebon memang didominasi dengan goyang dangdut artis lokal. Juru Kampanye Nasional Mahendradatta hanya berorasi sebentar karena selanjutnya acara diserahkan kepada para penyanyi untuk mempertontonkan goyang erotis.


Sejumlah caleg tak kuat menahan keinginan untuk bergoyang. Sepertinya mereka tanpa menghiraukan martabatnya sebagai calon wakil rakyat. Tak ayal, aksi tidak senonohpun dipertontonkan di atas panggung.

Sumber : metrotv


0

Tragedi Kampanye Damai PKS di Sumbar

- Kampanye akbar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kota Pariaman, Sumatera Barat, dihadiri ribuan massa. Namun sayang, usai kampanye terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.
Tragedi Kampanye Damai PKS di Sumbar
Setidaknya 1 orang tewas dan 2 luka-luka akibat terjatuh dari bus yang mengangkut puluhan pendukung PKS. Korban sebelumnya duduk diatas atap bus dan terjatuh usai membentur sebuah pohon.

Berdasarkan kesaksian warga, kejadian ini berlangsung pada pukul 16.30 WIB. Tempat kejadian tidak terlalu jauh dari tempat PKS melakukan kampanye, lapangan Merdeka, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Rabu (1/4/2009).
"Korban tewas setelah sebelumnya sempat dirawat dulu, 2 lagi luka-luka parah," kata seorang warga Hamid, kepada detikcom.
Ketua DPW PKS Sumatera Barat Trida Farhan Satria membenarkan hal ini. Namun ia mengaku tidak bisa memberikan keterangan secara mendetail karena belum mendapat laporan.
"Yang pasti selama kampanye hingga selesai, semuanya berjalan lancar," kata Farhan.

sumber : detik.com


0

Sesama Pendukung Caleg Partai Demokrat Tawuran di Gresik

- Keributan pada sesi kampanye damai kembali terjadi. Keributan kali ini terjadi pada saat partai Demokrat berkampanye di Lapangan Sidayu, Gresik, Jawa Timur. Akibatnya, kampanye sempat dihentikan sementara untuk menenangkan massa.

Satu hal yang sangat disayangkan keributan yang berujung tawuran ini justru melibatkan sesama pendukung calon anggota legislatif Partai Demokrat di daerah pemilihan Gresik 2. Terlebih lagi penyebab tawuran sesama pendukung kader partai Demokrat ini hanya soal sepele. Hanya karena saling senggolan saat berjoget dangdut. Sepertinya, suasana panas persaingan memperebutkan massa di dapil yang sama inilah yang mengakibatkan senggolan joget dangdut segera berubah menjadi tawuran.
Tawuran berakhir setelah polisi menahan beberapa orang yang dicurigai pemicu tawuran. Setelah suasana mereda, kampanye kembali dilanjutkan dengan goyangan musik dangdut lagi



2

Kampanye Damai PKS di Manado Ricuh

- Kampanye Damai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berlangsung di Manado, Sulawesi Utara pada Kamis (26/3/2009) berakhir ricuh. Namun mengenai penyebab pemicu kericuhan yang berbuntut perkelahian itu masih terjadi simpang siur. Baik penyebabnya maupun siapa yang berkelahi masih belum jelas.
Kampanye Damai PKS di Manado Ricuh
Beberapa media terkemuka (VIVAnews & Okezone) menyebutkan bahwa kericuhan itu bermula saat salah satu calon legislatif memberikan orasi. Pembawa acara kampanye itu, Hasan, kemudian memanggil nama caleg itu tanpa embel-embel 'bapak.' Satuan tugas PKS yang mendengar hal itu langsung menganiaya Hasan. Akibatnya, perkelahian pun tak bisa dielakkan.

Sedangkan sumber lainnya (Metrotvnews) mengatakan bahwa kericuhan ini melibatkan antara satgas PKS dan pendukung keluarga caleg PKS yang baru saja selesai berorasi. Tanpa sebab yang jelas, adik sang caleg tersebut menendang seorang satgas yang tengah berjaga. Sehingga, belasan pendukung caleg PKS lainnya yang melihat situasi tersebut, ikut bereaksi mengeroyok satgas tersebut. Kericuhan berhasil diredakan setelah polisi turun tangan mengamankan satgas naas itu.

Metrotvnews.com, Manado: Kericuhan masih terus mewarnai kampanye terbuka di sejumlah daerah. Kali ini, terjadi dalam kampanye Partai Keadilan Sejahtera di Manado, Sulawesi Utara. Kericuhan ini melibatkan antara satgas PKS dan pendukung keluarga caleg PKS yang baru saja selesai berorasi.

Tanpa sebab yang jelas, adik sang caleg tersebut menendang seorang satgas yang tengah berjaga. Sehingga, belasan pendukung caleg PKS lainnya yang melihat situasi tersebut, ikut bereaksi mengeroyok satgas tersebut. Kericuhan berhasil diredakan setelah polisi turun tangan mengamankan satgas naas itu.(FHD)


VIVAnews & Okezone - Kampanye Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di lapangan Ketang Baru, Manado, Sulawesi Utara berujung kericuhan. Perkelahian sesama simpatisan pun tak terelakkan.

Kericuhan ini bermula saat salah satu calon legislatif memberikan orasi. Pembawa acara kampanye itu, Hasan, kemudian memanggil nama caleg itu tanpa embel-embel 'bapak.'

Satuan tugas PKS yang mendengar hal itu langsung menganiaya Hasan. Akibatnya, perkelahian pun tak bisa dielakkan.

Korban Hasan itu pun diamankan polisi. Pasalnya, puluhan satgas PKS dan ratusan massa PKS lainnya mengejar dia. Aparat dari Poltabes Manado sempat kewalahan saat meredam emosi massa PKS yang terus mengejar korban.

Namun akhirnya korban, berhasil diamankan oleh satuan polisi dan langsung dibawa ke Mapoltabes Manado. Meski demikian, kampanye kemudian dilanjutkan dengan penjagaan lebih ketat.