Tampilkan postingan dengan label pan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pan. Tampilkan semua postingan
0

Caleg PAN Diadukan Rekannya Sesama Caleg

- Calon anggota legislatif DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan dari Partai Amanat Nasional diadukan rekannya sesama caleg PAN karena diduga melakukan praktik politik uang. Pelapor, Gazali Abdul Rahman, menyebutkan rekannya, Hamzah Hamid membagikan kartu nama dan uang Rp 20 ribu semalam sebelum pencontrengan.

Gazali membawa uang dan kartu nama kepada Panitia Pengawas Pemilu Kota Makassar sebagai barang bukti. Saat dihubungi melalui telepon, Hamzah membantah dirinya melakukan politik uang. Ia menuding Gazali hanya melampiaskan emosinya lantaran di daerah pilihan Kecamatan Pannakukang dan Manggala dirinyalah meraih suara terbanyak.(JUM/Iwan Taruna dan Syamsul Al Timen)


Sumber : Liputan6 (11/04/09)

2

Plesetan Parpol Terbaru Karya Muhammad Amin

- seperti tak pernah kehabisan ide untuk membuat plesetan-plesetan Partai politik (parpol) peserta Pemilu Indonesia 2009. Kali ini dia membuat plesetan 4 parpol peserta Pemilu Indonesia 2009, yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Damai Sejahtera (PDS), Partai Demokrat, Partai Patriot dan membuat Logo Golongan Putih (Golput). Semua gambar plesetan parpol Pemilu Indonesia 2009 tampilkan oleh Muhammad Amin di dalam folder foto "Serial Sarkasme Pemilu 2009" yang terdapat dalam akun facebook miliknya.

Berikut ini beberapa "Karya Terbaru Muhammad Amin" beserta penjelasan argumen dasar Muhammad Amin :

  1. Logo Golput Karya Muhammad Amin
    Logo Golput Karya Muhammad Amin
    Logo Golput Karya Muhammad Amin (Klik untuk memperbesar)

    Pemilu tanpa Program Visioner, Progresif dan Terukur sama dengan makan nasi tanpa sayur dan lauk.

    Membuat kita hidup, tapi kurang gizi dan cacingan.


  2. Plesetan Partai Patriot - Partai Preman
    Plesetan Partai Patriot - Partai PremanPlesetan Partai Patriot - Partai Preman (Klik untuk memperbesar)
    Fatwa Tarekat Fesbuqiyah atas PP (Partai Preman) :

    Sangggupkan Anda membayangkan preman jalanan memenuhi gedung DPR?

    Memilukan.......!!!! Say No To Preman....!!!!


  3. Plesetan Partai Demokrat - Partai Darurat
    Plesetan Partai Demokrat - Partai DaruratPlesetan Partai Demokrat - Partai Darurat (Klik untuk memperbesar)
    Fatwa Majlis Fesbuqiyah atas Partai Darurat (PD) :

    Partai Besar yang keropos, terlalu tergantung pada figur. Didirikan darurat untuk kebutuhan politik dadakan.

    Berbahaya jika menjadi terlalu besar, karena jika sang figur tiba-tiba berhalangan tetap seperti meninggal atau cacat, jadilah partai ini seperti anak ayam kehilangan induknya. Bisa pula menjadi arena tinju rebutan kekuasaan pasca perginya sang figur, jika ketergantungan pada figur tidak segera dihilangkan.


  4. Plesetan Partai Damai Sejahtera - Partai Djesus Sedjahtera
    Plesetan Partai Damai Sejahtera - Partai Djesus Sedjahtera
    Plesetan Partai Damai Sejahtera - Partai Djesus Sedjahtera (Klik untuk memperbesar)

    Dekrit Konsili Ekumenis Fesbuk atas PDS (Partai Djesus Sedjahtera) :

    Ribuan tahun namanya disalahgunakan demi kekuasaan dan keduniaan, masih perlukah
    penyalahgunaan namanya diteruskan....?.

    Sang proletar yang seharusnya menjadi simbol Kerajaan Surga, ternyata dikotori dan
    dijadikan simbol Kerajaan Dunia.


  5. Plesetan Partai Amanat Nasional (PAN) - Partai Amin Nekat
    Plesetan Partai Amanat Nasional (PAN) - Partai Amin Nekat
    Plesetan Partai Amanat Nasional (PAN) - Partai Amin Nekat (Klik untuk memperbesar)

Apa yang dilakukan Muhammad Amin dalam Facebooknya hanyalah sebuah sarkasme politik. Sebaiknya anda tidak terpancing atau terprovokasi oleh apa yang diperbuat oleh Muhammad Amin.

1

Goyang Erotis Kampanye PAN dan PDI-P

- Entah siapa yang memulai. Hampir seluruh partai politik menampilkan tarian soronok saat berkampanye. Cara tersebut memang paling mudah untuk menarik minat masyarakat mendatangi lokasi kampanye. Padahal, bukan saja pesan kampanye tidak sampai, tontonan erotis memberikan pengaruh buruk terhadap anak di bawah umur yang selalu memadati lokasi kampanye.

Logo Partai Amanat Nasional - PAN
Begitulah yang terjadi dalam kampanye Partai Amanat Nasional (PAN) di Lapangan Gelanggang Olahraga (GOR), Jayapura, Papua. Janji-janji parpol bisa jadi menjadi tidak penting ketika seorang penyanyi dangdut meliuk-liukkan tubuhnya. Para penonton yang mengenakan atribut partai memang sangat terhibur. Para juru kampanye setempat juga ikut larut dalam irama musik dangdut. Tapi, lihatlah anak-anak yang berada di lokasi kampanye menyaksikan tontonan yang seharusnya belum pantas mereka lihat.

Logo Partai PDI Perjuangan - PDIPTarian erotis juga dijadikan umpan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ketika berkampanye di Lapangan Sumbersuko, Lumajang, Jawa Timur. Para pononton terlihat menikmati alunan musik dangdut oleh penyanyi lokal tersebut. Namun, tiba-tiba pononton yang menari saling dorong dan terlibat keributan. Entah pesan politik apa yang ingin disampaikan juru kampanye PDIP apabila situasinya berakhir ricuh seperti itu.

Kampanye di Batam menampilkan juru kampanye nasional, Firman Jaya Daeli. Ia berjanji akan memperhatikan warga yang tinggal di permukiman liar di Batam. Entah sampai atau tidak janji ini. Goyang aja lagi

Lain lagi di Batam, Kepulauan Riau. Kali ini tarian erotis bukan ditampilkan penyanyi. Tapi oleh simpatisan partai saat mengikuti kampanye PDIP di Lapangan Temenggung Abdul Jamal, Kota Batam. Alunan lagu dan goyangan penyanyi dangdut Dewi Persik, kalah seru dibanding aksi tiga simpatisan PDIP. Ketiganya diduga sedang mabuk dan tak lama kemudian meninggalkan lokasi.


Sumber : metrotv


0

Abdul Hadi Djamal From Hero To Zero

- Coba saja Anda perhatikan iklan kampanye dari salah satu calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN) diatas. Terlihat sangat meyakinkan bukan ? Terlebih lagi pada iklan itu selain diberikan keteranganan bahwa ia kini ia menjadi anggota Komisi V DPR disana juga disebutkan jasa-jasa apa saja yang sudah pernah dilakukannya.
Iklan Caleg PAN Abdul Hadi Djamal - Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
Tapi siapa sangka dibalik itu semua ternyata sang caleg adalah caleg bermasalah. Ibarat peribahasa ”Sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga” begitu jugalah yang berlaku untuk Abdul Hadi Djamal caleg Partai Amanat Nasional (PAN) yang merupakan caleg untuk daerah pemilihan (dapil) 1. Pada Senin (2/3) malam itu Abdul Hadi Djamal ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga telah menerima suap senilai hampir Rp 1 miliar. Yakni uang senilai US$ 80.000 dan Rp 54,4 Juta yang ditemukan pada tas dan juga uang senilai US$10.000 yang ditemukan pada jok mobil.

Abdul Hadi Djamal ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi dengan dugaan suap proyek perluasan bandara dan pelabuhan laut di Indonesia bagian timur. Dia tertangkap tangan menerima uang suap dari Darmawati Dareho, Kepala Tata Usaha Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpriok Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Departemen Perhubungan di kawasan Sudirman, Jakarta.

Selain Abdul Hadi, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lain yakni Darmawati Dareho (Staf Tata Usaha Direktorat Hubungan Laut Departemen Perhubungan) dan Hontjo Kurniawan (Komisaris PT Kurnia Jaya Wira Bhakti).

Sementara itu menanggapi status Abdul Hadi, yang sebagai caleg ketua KPU Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) Jayadi Nas mengatakan, Abdul Hadi Djamal yang tertangkap KPK menerima suap beberapa waktu lalu, masih sah sebagai caleg DPR RI untuk daerah pemilihan Sulsel.
"Sepanjang belum ada hal-hal yang tidak terpenuhi sesuai syarat sebagai caleg, maka hak Hadi Djamal masih sama dengan caleg yang lainnya. Beliau masih pantas dipilih, memasang atribut kampanye dan berkampanye"
"Meski sudah dipecat ataupun mengundurkan diri tapi secara legal formalnya belum ada keputusan dari KPU pusat. Karena partainya belum bersurat secara resmi terkait pemecatan Hadi Djamal," jelasnya.
"Meski sudah dipecat ataupun mengundurkan diri tapi secara legal formalnya belum ada keputusan dari KPU pusat. Karena partainya belum bersurat secara resmi terkait pemecatan Hadi Djamal," jelasnya.
Ditambahkan pula, berdasarkan pasal 52 tentang persyaratan menjadi anggota dewan adalah menjadi anggota partai politik. Hadi Djamal sudah dipecat ataupun mengundurkan diri, maka perlu surat sah yang dikeluarkan KPU Pusat. KPU tidak boleh mencoret begitu saja nama Hadi Djamal dari pencalegan, sebab perlu persyaratan administratif. Meski demikian, sambung Jayadi, KPU Sulses akan menunggu keputusan dari KPU Pusat. Dari keputusan itu, baru KPU Sulsel akan mengambil langkah lanjut di lapangan.

Sementara berselang dua hari dari hari kejadian yakni pada Jumat (6/3) Partai Amanat Nasional merespon dengan cepat musibah yang melanda pada partai yang didirikan tahun 1998. Dimana dulunya PAN identik dengan semangat reformasi yang salah satu misinya adalah pemberantasan korupsi. Namun semangat itu kini seperti mendapat pukulan telak dari kasus politisi PAN, Abdul Hadi Djamal, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi.


Karena itu, PAN mengambil sikap tegas terhadap Abdul Hadi Djamal yang juga salah satu ketua di jajaran Dewan Pimpinan Pusat PAN itu. Partai politik yang diketuai oleh Soetrisno Bachir ini memutuskan memecat Hadi Djamal sebagai anggota PAN. Namun sebelum PAN menjatuhkan sanksi, Hadi Djamal lebih dulu mengajukan pengunduran diri.